• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

About me

Let me introduce myself


A bit about me

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Profile

Deepak Bhagya

Personal info

Deepak Bhagya

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore.

Birthday: 21 SEP 1986
Phone number: +(12) 34 567 89
Website: www.dakshbhagya.com
E-mail: Me@dakshbhagya.com

RESUME

Know more about my past


Employment

  • 2015-future

    Mutation Media @ Web Developer

    Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

  • 2011-2014

    Websoham @ Exclusive Admin

    Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

  • 2009-2011

    Templateclue.com @ Lead Developer

    Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Education

  • 2015

    University of Engineering @Level

    Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

  • 2013-2014

    College of Awesomeness @ passed

    Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

  • 2009-2013

    College of Informatics @ graduated

    Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Skills & Things about me

photographer
86%
html & css
Punctual
91%
illustrator
Web Developer
64%
wordpress

Portfolio

My latest projects


Sunday, 22 September 2013

Membuat Hello World | C++ | Tutorial

Tutorial C++ - Hello World
Tutorial C++ - Hello World


Halo teman-teman, kembali lagi setelah vakum 2 bulan 
Sekarang saya akan membagikan tutorial mengenai C++ nih.

C++ merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi (rasanya). Pokoknya dia setingkat sama Pascal deh. Namun, C++ mempunyai kelebihan dari pada pascal yakni mempunyai syntax lebih beragam sehingga lebih memudahkan penghitungan.

Setiap awal belajar bahasa pemrograman, kita selalu melakukan tes "Hello World", langsung saja kode programnya


#include <iostream>
using namespace std;

int main () {
   cout << "Hello World";
  }



Baris 1 dan 2 biasa disebut dengan header.
Baris 4 sampai 6 adalah inti program.
Baris 5 adalah command untuk meng-outputkan kata "Hello World"


Sekian tutorial kali ini, sampai jumpa ditutorial selanjutnya.

Tuesday, 23 July 2013

Cara Membuat Teleskop Sederhana

Sumber : kafe astronomi
Teleskop merupakan salah satu peralatan yang harus ada bilamana kita ingin mengamati benda-benda langit nan jauh disana. Namun bagaimanakah jika kita tidak memiliki teleskop yang disebabkan karena harga teleskop yang sangat mahal? Salah satu alternatif atau solusinya tak lain adalah membuat teleskop sendiri atau kata orang jaman sekarang adalah handmade telescope.
Membuka arsip website Kafe Astronomi, tutorial pembuatan teleskop sebenarnya telah dipaparkan oleh Mas Danang pada artikelnya yang berjudul “Membuat Teleskop Refraktor” yaitu tutorial pembuatan teleskop jenis refraktor dengan focusser jenis crayford. Hampir sama dengan tutorial yang ada, pada sesi tutorial ini akan saya paparkan bagaimana cara membuat teleskop yang sama dengan jenis teleskop pada tutorial “Membuat Teleskop Refraktor” dengan sedikit modifikasi pada bagian focusser nya. Mau tau seperti apa modifikasi nya? Mari kita bahas bersama…
Pada pembuatan teleskop refraktor dengan jenis fokuser galilleo, beberapa bahan yang harus disiapkan antara lain :
- Lensa Fotocopy diameter 70 mm.
- Lensa eyepiece binokuler.
- Pipa diameter 2″ dengan panjang 12,5 cm.
- Pipa diameter 2,5″ dengan panjang 27 cm.
- Pipa diameter 3″ dengan panjang 15 cm.
- Overshock 2,5″ ke 2″.
- Overshock 2″ ke 1,25″.
- Shock 2,5″.
Setelah semua piranti yang dibutuhkan telah tersedia kini akan saya jelaskan satu persatu fungsi dari masing-masing piranti.
Lensa Fotocopy berfungsi sebagai lensa objektif pada teleskop. Panjang fokus dari lensa objektif merupakan salah satu kunci dari besar nya pembesaran yang akan kita dapatkan dalam menggunakan teleskop. Pada lensa fotocopy terdapat 4 lensa yaitu cekung – cembung – cembung – cekung. Nah jika kita ambil dua lensa saja yaitu cekung dan cembung maka perkiraan panjang fokus yang akan kita dapatkan sekitar 350mm atau sekitar 35 cm dengan konsekuensi gambar yang dihasilkan tidak begitu tajam dan pembesaran yang didapat cukup besar. Namun jika anda menggunakan 4 lensa sekaligus (yaitu cekung – cembung – cembung – cekung) maka panjang fokus yang didapatkan hanya sekitar separuh dari angka 35 cm yaitu sekitar 17,5cm dengan konsekuensi pembesaran yang kecil dan gambar yang tajam. Pada tutorial ini saya akan menggunakan dua lensa yaitu cekung dan cembung agar mendapatkan panjang fokus yang maksimal. Perlu diketahui pula besar nya pembesaran yang didapat juga tergantung dengan seberapa panjang dari panjang fokus lensa eyepiece pada binokuler.
Lensa Eyepiece binokuler berfungsi sebagai lensa eyepiece pada teleskop. Lensa eyepiece sangat menentukan seberapa besar pembesaran yang akan kita dapatkan. Rumus pembesaran pada teleskop adalah Panjang Fokus Lensa objektif / Panjang fokus lensa eyepiece. Jika anda tidak mengetahui seberapa panjang dari panjang fokus lensa eyepiece jangan lah risau. Cukup gunakan saja yang penting bisa ngintip bulan udah syukur. He3x… Namanya juga amatiran :D
Pipa diameter 2″ berfungsi sebagai batang fokuser pada sistem fokuser galileo.
Pipa diameter 2,5″ berfungsi sebagai tabung optik dari teleskop.
Pipa diameter 3″ berfungsi sebagai “buffle” agar cahaya sekitar tidak masuk pada lensa objektif.
Overshock berfungsi sebagai penyambung dari tabung optik menuju fokuser dan lensa eyepiece.
Shock 2,5 berfungsi sebagai penyambung antara buffle dan tabung optik.
Semua penjelasan sudah saya paparkan dan kini tinggal kita merealisasikan teleskop yang kita idam-idam kan. Berdoalah dan ikutilah tutorial ini langkah demi langkah.
Siapkan lensa fotocopy dan lepas dua lensa di depan nya sehingga hanya tersisa 2 lensa(cekung – cembung) beserta “Chasisnya” atau tempat dudukan lensa.
Potong besi yang melintang pada lensa fotocopy dan pastikan lensa sudah terpasang dengan benar.
Ambil pipa dengan diameter 2,5″ dan potong sepanjang 27 cm.
Potong pipa seperti pada gambar dengan kedalaman sekitar 3,5 cm sehingga chasis lensa dapat masuk(silahkan dipaskan sendiri he3x… Be creative guys :) ) .
Pasang lensa fotocopy yang sudah menempel pada Chasis ke dalam pipa berdiameter 2,5″.
Lem Shock 2,5″ dengan pipa 3″. Hal ini dilakukan agar tabung teleskop memiliki buffle.
Sampai tahap ini anda telah membuat tabung optik beserta buffle nya.
Selanjutnya, siapkan overshock 2,5″ ke 2″ lalu haluskan batas bagian dalam nya sehingga pipa 2″ dapat keluar masuk pada overshock.
Siapkan overshock 2″ ke 1,25″ dan potong overshock hingga hanya tersisa 1 cm. Kemudian sambung overshock dengan pipa 2″ dengan panjang 12,5 cmPada tahap ini anda telah menyelesaikan fokuser beserta tabung optiknya.
Setelah semua terpasang, sambungkan antara fokuser dengan tabung optik.
Masukkan lensa binokuler ke dalam lubang overshock 2″ ke 1,25″. Teleskop dengan lensa fotocopy sudah selesai tinggal berikan tripod pada teleskop supaya saat kita mengintip, teleskop tidak bergoyang-goyang.
Tabung teleskop beserta lensa telah siap untuk digunakan. Untuk mencobanya, gunakan objek sekitar untuk menjadi target yang akan anda teropong. Jangan tetangga sebelah ya :D . Jika gambar yang dihasilkan kurang begitu jelas geser kedepan atau kebelakang hingga mendapatkan fokus yang tepat.
Baik cukup segitu dulu ya tutorial pembuatan teleskop dengan fokuser galileo kali ini. Semoga bermanfaat dan salam Astronomi Indonesia. :D
Referensi tulisan dan gambar : Eko Hadi G, 2012

Saturday, 29 June 2013

Pengumuman Hasil SBMPTN 2013 SMA (Hot !!)

Pengumuman Hasil SBMPTN 2013 (Hot !!)
Pengumuman Hasil SBMPTN 2013 (Hot !!)


Kira-kira sudah 2 minggu berlalu bagi yang telah mengikuti tes SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2013. Soal SBMPTN ini relatif menurut orang yang mengerjakan, ada yang bilang susah dan ada yang bilang gampang. Tapi yang pastinya tes SBMPTN ini berlangsung dengan lancar.

Setelah tes, pastinya kita pasrahkan hasilnya kepada Allah SWT dan menunggu dengan sabar hasil tesnya. Untuk mengecek hasil tes silahkan di klik disini


Nomor Peserta : - -
Tanggal Lahir :
Signature : - - -


Wednesday, 26 June 2013

Ending Super Mario Bros - Bonus Download (Game + Emulator)

Hello, saya selama liburan ini berhasil menyelesaikan game lawas (baca : lama) yakni Super Mario Bros!.
Saya rasa semua tau game nitendo yang sangat terkenal ini :D

Beginilah screenshot game saat menang

Ending Super Mario Bros
Ending Super Mario Bros

Saya memainkan game nitendo ini dengan emulator di komputer.
Jika ingin download silahkan download di sini


Nitendo Jadul.rar

Kurikulum TPB ITB 2013

Halo teman-teman, sekarang saya akan nge-share tentang kurikulum TPB (Tahap Persiapan Bersama) ITB (Institut Teknologi Bandung) tahun 2013.

Silahkan lihat sendiri

Kurikulum TPB FITB ITB 2013
FITB ITB 2013

Kurikulum TPB FTMD ITB 2013
FTMD ITB 2013

Kurikulum TPB FTSL ITB 2013
FTSL ITB 2013

Kurikulum TPB FTTM ITB 2013
FTTM ITB 2013

Masuk ITB Angkatan 2013 Murah atau Mahal?

Source :  click here

"Sejak dulu kampus ini adalah kampus rakyat, dan selamanya akan menjadi kampus rakyat!"
Seorang aktivis tentang ITB


Memento Loedroek Tahun 2011

Tahun ajaran baru akan segera dimulai. Sudah 60% calon mahasiswa ITB (jalur undangan) mengikuti daftar ulang pada 18 – 19 Juni 2013 lalu. Sementara sisanya masuk via SBMPTN yang baru akan diumumkan awal Juli mendatang.

Tentu kita ingin kuliah di ITB tetap terakses oleh masyarakat menengah ke bawah. Statement ga pernah ada mahasiswa ITB yang DO gara-gara ga bisa bayar uang kuliah” harus kita pertahankan dan perjuangkan.

Tulisan ini memaparkan sedikit kegelisahan saya sebagai mahasiswa tingkat akhir terhadap masa depan adik-adik ITB 2013. Bagian akhir tulisan merupakan rekomendasi bagi semua aktivis kampus, baik itu Kabinet, Kongres, MWA WM, dan Himpunan.

Tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT)
Kebijakan UKT atau Uang Kuliah Tunggal mulai diberlakukan di seluruh kampus tahun 2013. Ciri khas UKT adalah penghapusan uang pangkal dan pembayaran tetap per semester (flat dan bukan per SKS).

UKT merupakan realisasi dari pasal 88 UU Dikti [1] (yang sedang di JR sodara2). Mulanya setiap kampus diminta untuk menetapkan standar satuan biaya operasional untuk setiap mahasiswa (unit cost). Uang Kuliah Tunggal adalah sebagian unit cost yang dibayarkan oleh mahasiswa setiap semesternya.  

Kebijakan UKT dilegitimasi oleh surat edaran dikti No. 97/E/KU/2013 tertanggal 5 Februari 2013 tentang Uang Kuliah Tunggal [2] dan Peraturan Menteri Dikbud no 55 tahun 2013 tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal [3].
Dalam surat edarannya Dikti meminta agar Perguruang Tinggi melaksanakan dua hal, yaitu:
  1. Menghapus uang pangkal bagi mahasiswa baru program S1 Reguler mulai tahun akademik 2013/2014.
  2. Menetapkan dan melaksanakan tarif Uang Kuliah Tunggal bagi mahasiswa baru S1 Reguler mulai tahun akademik 2013/2014.
Semangat UKT adalah semangat untuk mewujudkan pendidikan berkualitas yang terjangkau. Kebijakan UKT bukan sekadar mendistribusikan uang pangkal di awal ke biaya semesteran. Oleh karena itu, kebijakan UKT diiringi oleh penyaluran BOPTN.

BOPTN merupakan bantuan biaya dari Pemerintah yang diberikan pada perguruan tinggi negeri untuk mengemban misi keterjangkauan layanan pendidikan tinggi. BOPTN berfungsi untuk menjaga agar SPP (tuition) perguruan tinggi tidak naik, dan dapat digunakan untuk pengembangan perguruan tinggi [4]. Muhammad Nuh menyatakan, bahwa prinsip dasar BOPTN dan UKT adalah  bahwa uang yang ditanggung oleh masyarakat semakin kecil dengan memperhatikan masyarakat yang tidak mampu (afirmasi), subsidi silang (yang kaya mensubsidi yang miskin), dan pengendalian biaya yang tepat.

Total alokasi BOPTN di tahun 2013 adalah sebesar 2,7 triliun bagi sebanyak 94 PTN. Besar yang diterima oleh setiap PTN berbeda sesuai dengan indikator di pasal 88 ayat 1 UU Dikti.  ITB memperoleh jatah sekitar 175 miliar dari BOPTN tersebut.

BOPTN sendiri mulai diinisiasi di tahun 2012. Karena penyaluran BOPTN baru menjadi pilot project, penyerapan BOPTN di kampus-kampus tahun lalu belum optimal. Di ITB misalnya, jatah BOPTN 2012 sejumlah 90 miliar hanya berhasil diserap sebesar 25% karena pencairannya yang terlambat di akhir tahun (baru sekitar November).

Ayo Hitung-Hitungan
Bagaimana cara menghitung UKT? Sesuai definisi di atas, UKT merupakan sebagian unit cost yang dibebankan pada siswa. Unit cost sendiri dihitung oleh masing-masing kampus dengan cara membagi total pengeluaran kampus terhadap jumlah mahasiswa. Kemudian sebagian dari unit cost (disebut juga BKT) ditanggung oleh pemerintah melalui BOPTN. Selisih BKT dengan BOPTN tersebutlah yang dinamakan UKT.

UKT = BKT – BOPTN

Namun, perlu kita ingat, bahwa sebelum dikurangi oleh BOPTN, BKT sendiri terlebih dahulu dikurangi oleh subsidi dari kampus. Di ITB sendiri mungkin rumusnya seperti ini:
UKT = BKT – Subsidi ITB – BOPTN

Dimana subsidi ITB berasal dari APBN Pemerintah (20-30% dari biaya total  operasional, harap diingat bahwa sumbangan dari pemerintah ini beda dengan BOPTN) dan Kerja sama dengan pihak ketiga  (30-45 %)

Pemasukan ITB

Kita ambil contoh bagaimana kebijakan ITB sebelum adanya BOPTN. Menurut data yang saya unduh dari kementrian advokasi KM ITB 2011/2012 [5], cost yang dikeluarkan ITB untuk 1 orang mahasiswa angkatan 2011 adalah 108 juta selama 4 tahun. Sementara biaya yang harus  dikeluarkan seorang mahasiswa (tidak subsidi) adalah 95 juta. (BPPM 55 Juta + Semester 5 Juta x 8 semester). Artinya ITB sendiri mensubsidi mahasiswa yang membayar full (apalagi yang bayar BPPMnya ga full, berarti subsidinya lebih besar, terima kasih ITB ^^)

Sebagai pemasukan, ITB berusaha untuk  memperoleh dana dari beberapa sumber:
  • Pemerintah = hanya 20-30% dari biaya total  operasional
  • Kerja sama = 30-45 %
  • Biaya orang tua = 30 %

Nah, sekarang mari kita masuk ke kebijakan UKT dan BOPTN tahun ini

Memang jika melihat angka sepintas, tarif kuliah di ITB tahun lalu dari semula 95 juta (55 juta + 8semester x5 juta) berkurang di tahun ini menjadi  hanya 80 juta saja (8 semester x 10 juta). Pengurangan ini sudah cukup menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan tinggi terjangkau.

Namun, mari kita lihat sisi lain, khususnya dari segi BOPTN sebesar 175 M yang diterima oleh ITB yang tahun sebelumnya tidak ada.

Dengan asumsi besarnya proporsi suntikan uang dari pemerintah dan kerja sama dengan pihak ketiga tidak berubah signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, maka tahun ini kita seharusnya memiliki kelebihan uang sebesar 175 Miliar dari BOPTN.

Dengan adanya BOPTN tersebut, menurut saya seharusnya UKT tidak naik signifikan dibandingkan dengan uang kuliah semesteran tahun sebelumnya (Rp 5 juta).

Mengapa? Karena jika kita mengasumsikan tahun lalu semua mahasiswa ITB membayar 55 juta di muka, maka pemasukan ITB dari mahasiswa baru adalah (55 juta x 3500 mahasiswa = 192 miliar). Itu pun jika kita mengasumsikan semua mahasiswa membayar full 55 juta.

Faktanya tidak lebih dari 30% mahasiswa yang membayar full, sisanya disubsidi oleh pemasukan ITB dari pemerintah dan pihak ketiga di atas. Anggaplah saya pakai hitungan sederhana:
  • 30% mahasiswa membayar 55 juta (30% x 3500 x 55 juta) +
  • 20% mahasiswa subsidi full (Rp 0) +
  • 50% mahasiswa subsidi sebagian (asumsi rata-rata disubsidi 50% sehingga 50% x 3500 x 50% x 55 juta)
  • Total = 57,75 M + 48,125 M = 105,875 M
Apa artinya kawan-kawan?

Artinya pemasukan ITB dari BOPTN tahun ini (175 miliarlebih besar daripada pemasukan ITB dari uang pangkal mahasiswa baru angkatan 2012 (105,875 M)

Jikalau demikian, seharusnya UKT tahun ini tidak lebih dari uang semesteran tahun lalu yaitu sebesar 5 juta. Anggaplah inflasi gara-gara BBM naik (:p) maksimal kenaikan menjadi 6 juta per semester.

Oleh karena itu saya sendiri masih merasa kita butuh transparansi mengapa angka 10 juta sampai keluar (kalau yang pernah ikut sosialisasi tolong share ke saya ya kok bisa keluar angka segitu).

Kelemahan BOPTN
Setelah saya konfirmasi kepada orang dalam ITB, jawabannya saya dapatkan. Ternyata ada kesulitan bagi kampus dalam mengakses dana BOPTN. Berbeda dengan pemasukan berupa fresh money dari pihak ketiga maupun dari mahasiswa, mekanisme pencairan BOPTN teramat rigid sehingga pihak ITB sendiri memilih memungut UKT dengan tarif jauh lebih besar dengan asumsi BOPTN akan sulit terserap.

Haruskah kesulitan birokratis dalam mencairkan BOPTN membuat mahasiswa baru jadi korban? Saya rasa keputusan ini terlalu pragmatis, sama pragmatisnya dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Suatu kebijakan yang paling mudah dilakukan.

Bagaimana  Sistem Klaster Bayaran ITB
Oke, kita cukupkan keheranan saya terhadap BOPTN dan besarnya UKT.

Kita beralih ke mekanisme UKT itu sendiri. Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Dikti no 272/E1.1/KU/2013 tentang UKT tertanggal 3 April 2013 [6] dan permendikbud no 55 tahun 2013, tarif UKT sebaiknya dibagi ke dalam 5 kelompok dimana besarnya kelompok 1 dan kelompok 2 telah ditentukan.

Dari lampiran permen tersebut, untuk ITB sendiri kelompok UKT adalah sebagai berikut [7]:
  • Kelompok 1: Rp 400  ribu
  • Kelompok 2: Rp 800 ribu
  • Kelompok 3: 4 juta
  • Kelompok 4: 8 juta
  • Kelompok 5: 10 juta

Pengelompokan UKT berbeda dengan pengelompokan uang pangkal tahun lalu yang mempunyai presentase subsidi berderet aritmatika (0, 11 juta, 22 juta, 33 juta, 44 juta, dan 55 juta). Tentu pengelompokan ini menguntungkan mahasiswa. Kelompok 1 dan 2 memiliki nominal yang sangat terjangkau oleh kelas bawah. Ini juga senada dengan komitmen ITB yang membebaskan biaya kuliah 20%  mahasiswa ITB dari berbagai beasasiwa yang ada.

Yang harus kita pastikan adalah porsi kelompok 3, 4 dan 5 agar berkeadilan. Mari berkaca kepada pembebanan uang pangkal tahun lalu. Tahun 2012 lalu, hanya 30% mahasiswa saja yang membayar full 55 juta sementara 20% mahasiswa mendapat subsidi penuh. 50% sisanya terdistribusi kepada subsidi 20 hingga 80 persen.

Oleh karena itu, di tahun ini seharusnya sama. Tidak lebih dari 30% mahasiswa saja yang dikelompokkan ke dalam kelompok 5 (membayar full 10 juta). Sisanya terdistribusi pada kelompok yang lebih rendah. Kebijakan ini-lah yang harus kita kawal.

Sikap dan Rekomendasi
Sikap kita sendiri terhadap UKT dan BOPTN seharusnya sederhana. Kita jangan terjebak kepada bungkus bernama UKT atau BOPTN tersebut. Kita cukup katakan bahwa kita
(1)    Menolak komersialisasi pendidikan bagaimanapun bentuknya
(2)    Mendesak Pemerintah dan ITB untuk mewujudkan kuliah yang terjangkau dan berkualitas

Mahasiswa jalur SBMPTN belum masuk ke ITB. Sementara mahasiswa jalur SNMPTN Undangan sendiri belum ditentukan nominal UKT-nya. Artinya, ke depannya perjuangan kita masih panjang. Ada beberapa hal yang harus KM ITB lakukan melalui institusi Kongres, Kabinet, Tim Beasiswa, MWA WM, himpunan, dan massa kampus secara keseluruhan.

Rekomendasi saya antara lain:
  • Menyelidiki rasionalisasi angka 10 juta yang menjadi nominal UKT bagi mahasiswa ITB angkatan 2013. Coba bandingkan dengan BOPTN yang diterima oleh ITB dan target pemasukan ITB secara umum. Haruskah sebesar itu?
  • Memastikan tidak lebih dari 30% mahasiswa ITB angkatan 2013 yang masuk ke kelompok 5 yaitu yang membayar full sebesar 10 juta
  • Memastikan sekurang-kurangnya terdapat 20% mahasiswa ITB yang menerima beasiswa penuh
  • Membuat posko pengaduan dan pendampingan kepada adik-adik mahasiswa ITB angkatan 2013 agar jangan sampai membatalkan kuliah di ITB hanya karena beban UKT tidak sesuai dengan kemampuan orang tua.
Untuk poin 4 ini sudah banyak cerita berulang selama 2 tahun. Ada calon mahasiswa ITB yang mengundurkan diri karena pembebanan biaya yang tidak sebagaimana mestinya. Sebenarnya hal ini bisa diadvokasi oleh KM ITB atau Lembaga Kemahasiswaan, tetapi mahasiswa ybs terlanjur shock duluan. Oleh karena itu kita harus membuat posko pengaduan dan pendampingan.

Penutup
Pendidikan itu, kata Taufik Basari, harus seperti air, udara, dan jalan raya. Ia harus bisa terakses oleh siapa saja demi meraih cita-citanya. Mengutip kata Pak Rinaldi Munir dalam tulisannya [8],

“ kampus saya ITB sebenarnya sangat ramah bagi mahasiswa dari golongan ekonomi apa saja, mulai dari orang miskin hingga orang kaya. ITB UNTUK SEMUA, artinya semua orang bisa kuliah di ITB. Tidak punya uang tidak usah takut, yang penting punya modal otak. Setelah masuk ITB terdapat ribuan beasiswa yang bisa dilamar. Jadi, jangan takut kuliah di ITB”

Kita percaya institusi ITB tidak akan menzalimi masyarakat kecil yang mempunyai cita-cita tinggi untuk berkuliah di dalamnya. Namun, bukan berarti kita tidak harus mengawal. Peran kita sebagai social controlpun berlaku bukan hanya kepada pemerintah, tetapi juga kepada jajaran pengambil kebijakan di kampus kita, Institut Teknologi Bandung.

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater

Muhammad Yorga Permana
Anggota tim MWA WM dan MTI ITB



Catatan
[1] Isi Pasal 88 Undang-undang Dikti no. 12 tahun 2012
(1)    Pemerintah menetapkan standar satuan biaya operasional Pendidikan Tinggi secara periodik dengan mempertimbangkan:
  1. capaian Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
  2. jenis Program Studi; dan
  3. indeks kemahalan wilayah.
(2)    Standar satuan biaya operasional Pendidikan Tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi dasar untuk mengalokasikan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk PTN.
(3)    Standar satuan biaya operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan sebagai dasar oleh PTN untuk menetapkan biaya yang ditanggung olehMahasiswa.
(4)    Biaya yang ditanggung oleh Mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus disesuaikan dengan kemampuan ekonomi Mahasiswa, orang tua Mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya.
(5)    Ketentuan lebih lanjut mengenai standar satuan biaya operasional Pendidikan Tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Menteri.

[2] surat edaran dikti No. 97/E/KU/2013 tertanggal 5 Februari 2013 tentang Uang Kuliah Tunggalhttp://luk.staff.ugm.ac.id/atur/SEDirjen97-E-KU-2013UangKuliahTunggal.pdf


[4] Slide Dirjen Dikti tentang Penjelasan BOPTN yang disosialisasikan kepada Rektor PTNhttp://www.kopertis12.or.id/wp-content/uploads/2012/06/BOPTN.pdf

[5] Kementrian Advokasi Kampus KM ITB 2011/2012 tentang Evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2011http://km.itb.ac.id/site/wp-content/uploads/2011/11/Evaluasi-Penerimaan-Mahasiswa-Baru-2011.pdf

[6] Surat Edaran Dirjen Dikti no 272/E1.1/KU/2013 tentang UKT http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/SEDirjen272-E1-1-KU-2013UangKuliahTunggal.pdf

[7] Lampiran Peraturan Menteri Dikbud no 55 Tahun 2013

[8] Rinaldi Munir: Uang Kuliah Tunggal (UKT) ITB Mulai Tahun 2013 (d/h ITB Untuk Semua Orang)

Services

What can I do


Branding

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Web Design

Quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Donec sit amet venenatis ligula. Aenean sed augue scelerisque.

Graphic Design

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident.

Development

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident.

Photography

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod. Donec sit amet venenatis ligula. Aenean sed augue scelerisque, dapibus risus sit amet.

User Experience

Quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Donec sit amet venenatis ligula. Aenean sed augue scelerisque, dapibus risus sit amet.

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

12 Street West Victoria 1234 Australia

Phone number

+(12) 3456 789

Website

www.johnsmith.com